Bagi Ira Puspadewi, kepemimpinan adalah kemampuan memberi pengaruh pada orang lain, dan kemampuan itu dimulai dari kesediaan untuk mendengar. Ira Puspadewi, Ph.D., Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) periode 2017–2024, menyampaikannya dalam sesi ketiga Memanggil Kader Bangsa, 26 Februari 2026.
Sesi bertajuk "Roots & Routes: Winning the Global Stage, Leading the National Impact" ini digelar sebagai seminar tatap muka sekaligus disiarkan langsung melalui YouTube. Sebanyak 83 siswa hadir langsung, lebih dari 66 siswa mengikuti secara daring, dan lebih dari 30 guru serta mentor turut mendampingi. Peserta berasal dari SMA Al-Hikmah IIBS Batu.
Selama tujuh tahun memimpin ASDP, Ira memimpin BUMN operator penyeberangan nasional. Kepada para siswa, ia membagikan pelajaran dari perjalanan itu, termasuk dari masa-masa tersulitnya.
Memimpin dengan mendengar
Ira memaknai kepemimpinan sebagai keahlian memengaruhi orang lain. Karena itu, ia menekankan pentingnya mendengarkan orang lain.
Growth mindset
Ira menekankan pentingnya membangun growth mindset, yakni keyakinan bahwa kemampuan bisa terus diasah. Pola pikir ini, katanya, diperlukan agar tidak terjadi apa yang ia sebut sebagai skip generation.
Tiga level tujuan
Ira memetakan tujuan ke dalam tiga level: tujuan personal, tujuan organisasional, dan tujuan mulia. Menurutnya, menjadi pemimpin yang berkontribusi kepada masyarakat adalah pengalaman yang sangat bermakna.
Integritas di masa sulit
Ira juga berbagi pengalamannya di ASDP, termasuk tantangan profesional dan tuduhan yang ia hadapi. Ia sempat menjalani proses hukum terkait akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP dan divonis Pengadilan Tipikor Jakarta pada November 2025. Beberapa hari kemudian, Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi kepadanya.
Di hadapan siswa, Ira menuturkan bahwa yang ia pegang sepanjang masa itu adalah integritas.
Kata siswa
Ahmad A., siswa SMA Al-Hikmah IIBS Batu, menangkap pesan tentang keteguhan pada tujuan:
"Saya mendapat pelajaran untuk menunjukkan bahwa kamu bisa menjadi diri sendiri. Biarkan orang menilai buruknya, dan tetaplah fokus dengan tujuan hidupmu. Seperti yang Bu Ira sebutkan, 'Go where you can grow'."
Bagi Unggul Josua, siswa SMAN 1 Matauli Pandan, pelajaran paling baru adalah cara menyampaikan gagasan besar:
"Something that I never thought of before is how to present a brilliant and large idea. She said that if we want to present a large idea, we should not present it in a big forum straight away. We should discuss it in smaller meetings first, ideally with the people who have the most influence in the environment, to get feedback and perfect the idea. After that, we can present it in a big forum. This not only leads to a better idea being presented, but also deepens our connection with others, since the small meetings are closer and more personal."
Tentang Memanggil Kader Bangsa
Memanggil Kader Bangsa adalah rangkaian sesi kepemimpinan Akademi Kader Bangsa yang mempertemukan siswa dengan tokoh dari berbagai bidang. Sesi-sesi sebelumnya menghadirkan Gita Wirjawan dan Soleh Ayubi, Ph.D.
Rekaman lengkap sesi dapat ditonton di kanal YouTube Akademi Kader Bangsa: Roots & Routes: Winning the Global Stage, Leading the National Impact(opens in new tab).