Indonesia dan Asia Tenggara punya banyak cerita yang belum terdengar di panggung dunia. Generasi mudanya perlu cukup cakap untuk menceritakannya sendiri. Itulah pesan utama Gita Wirjawan kepada siswa jaringan Akademi Kader Bangsa dalam sesi perdana Memanggil Kader Bangsa, 24 Agustus 2025.
Sesi bertajuk "From Local to Global: Building Awareness, Bridging Borders" ini digelar sebagai talkshow tatap muka di Kampus Pakem, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus disiarkan langsung melalui YouTube. Sebanyak 187 siswa hadir langsung, lebih dari 59 siswa mengikuti secara daring, dan lebih dari 30 guru serta mentor turut mendampingi. Pesertanya adalah siswa SMA Global Darussalam Academy (GDA) dan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB).
Gita Wirjawan dikenal sebagai pengusaha, pendidik, dan pembawa acara siniar Endgame. Di hadapan para siswa, ia membagikan tiga gagasan tentang cara membangun diri sebagai pemimpin yang berpijak di Indonesia namun mampu berbicara kepada dunia.
Menceritakan narasi sendiri
Menurut Gita, Indonesia dan Asia Tenggara menyimpan banyak narasi yang masih kurang terwakili secara global. Ia mengajak siswa mengasah keahlian agar kelak mampu menuturkan narasi mereka sendiri, dengan kredibilitas yang membuat dunia mau mendengar.
Spesialis sekaligus generalis
Gita merujuk dua buku: Outliers (2008) karya Malcolm Gladwell dan Range (2019) karya David Epstein. Keduanya kerap dibaca sebagai dua sisi perdebatan. Outliers menyoroti peran latihan panjang dan mendalam, sementara Range menunjukkan keunggulan orang yang belajar lintas bidang.
Gita tidak memilih salah satu. Ia mendorong siswa menyeimbangkan keduanya: menekuni satu bidang secara serius, tetapi tetap membuka diri pada bidang lain. Keluasan wawasan, katanya, membantu kita menemukan dan mengantisipasi titik buta yang tidak terlihat dari dalam satu disiplin saja.
Guru adalah investasi struktural
Gagasan ketiga ditujukan juga kepada para guru dan mentor di ruangan. Gita menyebut guru sebagai investasi struktural bagi Indonesia, karena imajinasi dan ambisi siswa tidak tumbuh dengan sendirinya. Keduanya perlu ditanam dan dirawat.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan sumber daya bukan penghalang mutlak. Kebiasaan baik yang dijalankan dengan tekun, hari demi hari, dapat mengantarkan seseorang pada keberhasilan.
Kata siswa
Bagi sejumlah siswa, sesi ini menjadi salah satu yang paling berkesan. Nadia S., siswa SMA KTB, menyoroti pesan Gita soal kepemimpinan:
"The leadership talk session with Mr. Gita Wirjawan is the most memorable one. He talks about the importance of credibility, long-term vision, and strategic leadership, especially for Southeast Asia's future. His emphasis on values like integrity, emotional intelligence, and resilience makes his message practical and inspiring."
Dzakirah A., siswa SMA GDA, menangkap gagasan tentang spesialis dan generalis sebagai pola pikir "T-shaped":
"Pak Gita broadened my insight into the global economy and social condition. From him, I learned that we should have specialization in one scope, but we can learn outside that scope so we can have a lot of perspectives. It's like T-shaped people: we become specialists but generalists at the same time."
Tentang Memanggil Kader Bangsa
Memanggil Kader Bangsa adalah rangkaian sesi kepemimpinan Akademi Kader Bangsa yang mempertemukan siswa dengan tokoh dari berbagai bidang. Sesi bersama Gita Wirjawan menjadi pembuka seri ini.
Rekaman lengkap sesi dapat ditonton di kanal YouTube Akademi Kader Bangsa: From Local to Global: Building Awareness, Bridging Borders.