Jalan karier tidak harus lurus untuk sampai ke panggung global. Soleh Ayubi, Ph.D., membuktikannya: berangkat dari ilmu informatika, ia menapaki peran-peran global di bidang kesehatan dan farmasi. Kisah itu ia bagikan dalam sesi kedua Memanggil Kader Bangsa, 17 Oktober 2026.

Sesi bertajuk "Green Jobs in the Age of Innovation: Future Skills at the Intersection of Technology and Health" ini berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB sebagai talkshow tatap muka, sekaligus disiarkan langsung melalui YouTube. Sebanyak 350 siswa hadir langsung, lebih dari 66 siswa mengikuti secara daring, dan lebih dari 30 guru serta mentor turut mendampingi. Peserta berasal dari MAN Insan Cendekia Serpong.

Soleh Ayubi adalah pemimpin inovasi global di sektor kesehatan. Kepada para siswa, ia membahas keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di persimpangan teknologi, kesehatan, dan lingkungan.

Karier yang tidak linear

Soleh menempuh pendidikan informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari sana, kariernya bergerak ke ranah yang sekilas jauh dari latar belakangnya: peran-peran global di industri kesehatan dan farmasi, termasuk di Novo Nordisk dan UnitedHealth Group.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan bukan pagar. Keterampilan dari satu bidang, seperti cara berpikir seorang ahli informatika, justru bisa menjadi keunggulan ketika dibawa ke bidang lain.

Tantangan global butuh kerja sama lintas sektor

Soleh menekankan bahwa tantangan besar tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Ia mencontohkan persoalan logistik pada masa pandemi COVID-19, yang ditangani bersama oleh TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Memilih karier yang menjaga bumi

Soleh mengajak siswa melirik karier di ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy), alih-alih industri ekstraktif. Menurutnya, pilihan karier juga merupakan cara mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Fondasi kepemimpinan

Di tengah cepatnya perubahan teknologi, Soleh mengingatkan bahwa ada keterampilan yang tetap mendasar. Komunikasi, kolaborasi, dan negosiasi, menurutnya, adalah fondasi bagi siapa pun yang ingin memimpin.

Kata siswa

Bagi Rauf Z., siswa SMA Global Darussalam Academy, sesi ini mengubah cara ia memandang masa depan dan perannya bagi bangsa:

"Sesi ini mempengaruhi cara pandang saya about the future. I actually realized that in the upcoming time I need to somehow plan everything in a depth that probably I never was… Terkait dengan peranku terhadap bangsa, akan ada lebih banyak rintangan atau sambungan yang harus dikoneksikan sebelum membawa sebuah perubahan."

Christabel T., siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara, merasa terdorong untuk lebih proaktif:

"This session made me realize that the future of our nation depends on the younger generation, including myself. It inspired me to be more proactive in developing my skills, maintaining integrity, and contributing positively to my community."

Tentang Memanggil Kader Bangsa

Memanggil Kader Bangsa adalah rangkaian sesi kepemimpinan Akademi Kader Bangsa yang mempertemukan siswa dengan tokoh dari berbagai bidang. Sesi pertama menghadirkan Gita Wirjawan pada Agustus 2025.

Rekaman lengkap sesi dapat ditonton di kanal YouTube Akademi Kader Bangsa: Green Jobs in the Age of Innovation: Future Skills at the Intersection of Technology and Health.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *